Pengenalan Antar Muka Teks
Antarmuka dasar untuk pengoperasian sistem operasi Linux sebenarnya adalah antarmuka berbasis teks, atau sering disebut Command Line. Antarmuka grafis atau desktop yang ada di dalam Linux sebenarnya hanyalah alat bantu untuk pengoperasian bagi mereka yang sudah biasa bekerja dengan Graphical User Interface (GUI) yang terdapat di beberapa sistem operasi modern. Ini mirip dengan piranti lunak Microsoft Windows sebelum versi 95 yang hanya merupakan alat bantu pengoprasian berbasis grafis untuk DOS.
Untuk memberikan suatu perintah pada antarmuka teks, pengguna harus mengetik nama perintah yang akan dijalankan beserta opsi-opsi atau parameter yang diperlukan, kemudian menekan tombol Enter untuk mengeksekusi perintah tersebut. Berbeda dengan antarmuka grafis, penggunaan mouse secara umum tidak diperlukan karena semua kontrol hanya dilakukan melalui papan ketik.
Tidak benar jika penggunaan antarmuka teks tidak bisa melakukan produktivitas. Anda masih bisa berproduktivitas dengan berbagai aplikasi berbasis teks yang tersedia dan siap Anda gunakan. Bahkan untuk para administrator, penggunaan antarmuka teks sangat disarankan ketimbang antarmuka grafis karena memakan sumberdaya CPU dan RAM yang lebih kecil, sehingga tidak menganggu kinerja komputer pada saat melakukan suatu tugas administrasi.
Pada bab ini, dijelaskan mengenai dasar pengoperasian antarmuka teks yang ada pada BlankOn Linux. Sasaran pembaca tidak hanya bagi Anda yang pengguna lanjut, melainkan juga para pemula/newbie yang ingin mempelajari Linux lebih lanjut.
Membuka Antarmuka Teks
Ada dua jenis antarmuka teks yang bisa Anda buka, yaitu Terminal dan Virtual Console. Terminal merupakan antarmuka teks yang berjalan di dalam desktop dan berupa jendela aplikasi, sedangkan Virtual Console merupakan antarmuka teks yang berjalan secara mandiri di luar desktop.
Membuka Terminal Console
Untuk membuka terminal, terdapat icon di bagian bawah dari desktop, atau anda dapat melakukannya dari menu Aplikasi => Aksesoris => *Root Terminal *pada BlankOn, kemudian isikan katakunci yang anda miliki.
Jendela terminal akan muncul di dalam desktop.
Terminal
Jika Anda ingin membuka sesi kerja yang baru, Anda bisa membuat tab baru seperti layaknya fitur tabbed browsing pada peramban web dengan mengklik menu File => Buka Tab, atau Anda bisa tekan tombol Ctrl+Shift+T pada keyboard.
Anda bisa mengkostumisasi penampilan terminal sesuai dengan keinginan Anda melalui jendela pengaturan yang bisa Anda buka melalui menu Edit
Preferensi. Jika ingin membuat terminal dalam mode layar penuh, Anda bisa klik menu Lihat > Layar Penuh atau Anda bisa tekan tombol F11 pada keyboard.
Membuka Virtual Console
Linux telah menyediakan enam sesi antarmuka teks yang bisa Anda buka dengan cara menekan tombol Ctrl+Alt+F1, Ctrl+Alt+F2 sampai Ctrl+Alt+F6. Berbeda dengan menggunakan terminal, Anda harus melakukan login terlebih dahulu sebelum bekerja dengan antarmuka teks. Ketik id pengguna kemudian tekan enter lalu masukkan sandi (password tidak akan ditampilkan pada layar) Anda dan tekan enter sekali lagi. Berbeda dengan terminal, Anda tidak bisa melakukan kustomisasi penampilan agar lebih menarik. Bekerja disini layaknya bekerja dengan sistem operasi DOS (Disk Operating Systems).
Untuk kembali ke desktop, Anda bisa tekan tombol Ctrl+Alt+F7 sampai Ctrl+Alt+F12. Bergantung dari sesi desktop yang digunakan (Secara default menggunakan Ctrl+Alt+F7 jika Anda tidak memanfaatkan fitur pindah pengguna untuk mengaktifkan lebih dari satu sesi desktop).
Pengenalan Antarmuka Teks
Setelah Anda membuka terminal atau login di dalam virtual console, Anda akan diminta untuk memasukkan perintah yang ingin Anda jalankan. Tempat Anda mengetik berada pada kursor/penanda yang berkedip-kedip. Pada bagian kiri kursor tersebut, Anda akan melihat teks seperti berikut :
- Teks tersebut memiliki berbagai informasi sebagai berikut :
- Teks tambora sebelum tanda at (@) merupakan nama id login pengguna yang menggunakan antarmuka teks,
- Teks ***blankon ***setelah tanda at (@) merupakan nama komputer yang digunakan pada saat bekerja,
- Teks ~ setelah tanda titik dua (:) menunjukan lokasi direktori tempat bekerja. Folder ~ secara umum berada pada lokasi home/user yaitu pada contoh diatas adalah home/tambora.
- Tanda $ pada bagian akhir menunjukkan posisi bekerja pada tingkatan pengguna umum. Apabila bekerja dalam mode administratif, maka tanda tersebut akan berubah menjadi #.
- Untuk menjalankan suatu perintah, dimulai dengan mengetikkan baris perintah lalu diikuti dengan menekan tombol Enter ( ¿ ). Sebagai contoh, untuk menampilkan isi suatu folder/direktori, dimulai dengan mengetikkan ketik perintah ls lalu diikuti dengan tombol Enter ( ¿ ). Hasil yang didapat akan tampak seperti berikut.
Untuk menjalankan perintah yang bersifat administratif, dapat dilakukan dengan menggunakan perintah ***sudo ***sebelum perintah yang ingin dijalankan. Untuk menjalankan perintah tersebut pengguna harus memiliki wewenang berupa password root. Misalnya, jika ingin menghapus berkas blankon.txt pada folder /Document (Dalam hal ini, Anda tidak memiliki hak untuk mengelola folder /opt), Anda bisa ketik perintah “sudo rm blankon.txt”.
PERHATIAN:
- Meskipun pengguna memiliki hak akses untuk menjalankan bersifat administratif (yaitu root), secara default pengguna tidak dapat menggunakan hak akses tersebut untuk login. Anda bisa login ke ***root ***dengan cara mengetik perintah sudo su -.
- Dengan perintah tersebut tanda $ untuk suatu user akan berganti dengan tanda # sebagai penanda pengguna hak akses root
Perintah-perintah dalam Antarmuka Teks
Berikut adalah berbagai penjelasan dari perintah-perintah dalam pengelolaan berkas secara sederhana menggunakan antarmuka teks.
Berpindah Folder/Direktori (cd)
Perintah ***cd (change directory) ***dapat dipergunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya. Secara umum perintah yang digunakan adalah *cd *lalu diikuti dengan nama direktori yang akan dibuka. Sebagai contoh, apabila hendak berpindah menuju direktori ***Document ***pada folder home, gunakan perintah cd Documents/. Namun apabila sedang tidak berada di direktori home dapat mengunakan perintah cd ~/Documents/.
Apabila akan berpindah ke direktori satu tingkat diatas direktori saat ini dapat mengunakan perintah cd ..
Melihat Isi Folder/Direktori (ls)
Untuk melihat isi dari suatu direktori yang aktif, gunakan perintah ls (list).
Perintah ls juga dapat digunakan untuk menampilkan lokasi folder tertentu. Sebagai contoh untuk menampilkan isi direktori usr pada hirarki tertinggi, gunakan perintah _ls /usr. _
Untuk menampilkan informasi lebih detail mengenai suatu direktori, dapat ditambahkan perintah tambahan -l, sehingga perintah lengkap untuk menampilkan keterangan dari direktori /usr adalah ls -l /usr.
Membuka Berkas
Selain menggunakan ***Menu ***untuk membuka suatu berkas dengan aplikasi tertentu, dengan menjalankan perintah di terminal juga dapaat membuka berkas tersebut. Sebagai contoh apabila hendak membuka berkas dokumentasi_tambora.odt dengan aplikasi LibreOffice, dapat menggunakan perintah soffice dokumentasi_tambora.odt.
CATATAN:
- Apabila hendak menjalankan aplikasi berbasis grafis, maka diharuskan menggunakan antarmuka teks yang berada di pada mode grafis alias terminal emulator. Jika tidak, maka akan muncul pesan kesalahan.
- Pada saat aplikasi sedang dijalankan, Jangan menutup atau mengakhiri sesi antarmuka teks, karena akan menyebabkan aplikasi yang dibuka tertutup secara paksa dan menyebabkan kehilangan berkas.
Membuat Direktori (mkdir)
Untuk membuat direktori, Anda bisa menggunakan perintah ***mkdir (make
directories) ***dengan format ***mkdir <nama_direktori>.
***Sebagai contoh akan dibuat sebuah direktori dengan nama latihan. Maka
perintah yang digunakan adalah mkdir latihan.
Menghapus Direktori (rmdir)
Untuk menghapus suatu direktori, digunakan perintah rmdir
<nama_direktori>. Syarat yang harus dipenuhi untuk menghapus
suatu direktori adalah direktori tersebut harus kosong tidak berisi
direktori maupun berkas.
Membuat berkas baru (cat)
Perintah cat (concatenate) berfungsi untuk menampilkan isi suatu
berkas dilayar. Selain itu perintah **cat **dapat digunakan untuk
membuat berkas baru berbasis teks. Untuk membuat berkas baru digunakan
perintah cat > **<nama_berkas> **sebagai contoh cat >
blankon.txt. Sedangkan untuk menampilkan isi dari berkas tersebut
dapat digunakan perintah cat blankon.txt.
Menghapus Berkas (rm)
Untuk menghapus suatu berkas, gunakan perintah _rm (remove files or directories) _ lalu diikuti dengan nama berkas atau dilengkapi dengan path (alamat lengkapnya) jika diperlukan.
Peringatan:
- Setelah Anda menjalankan perintah ini, berkas akan dihilangkan begitu saja tanpa konfirmasi. Jadi, hati-hati dalam menggunakannya.
Jika ingin menghapus suatu isi folder sampai isinya secara rekursif, Anda juga bisa gunakan perintah ini dengan menambahkan opsi “-R”. Sekali lagi, hati-hati dalam menggunakan perintah ini.
Menggandakan Berkas (cp)
Untuk menggandakan berkas, dapat menggunakan perintah ***cp (copy)
***dengan format cp <berkas-sumber>
<nama-berkas-baru>”. Apabila diperlukan dapat ditambahkan
lokasi dari <berkas -sumber> dan lokasi
***<nama-berkas-baru>. ***Contoh yang diberikan apabila ingin
menggandakan berkas ***blankon.txt ***ke berkas
***blankon_jadi_dua.txt ***dengan perintah cp blankon.txt
blankon_jadi_dua.txt.
Sama dengan perintah rm, Anda bisa manfaatkan opsi -R apabila ingin menggandakan suatu folder secara rekursif. Dalam contoh ditampilkan user menggandakan semua berkas dalam direktori ***blankon ***ke direktori baru bernama tambora
Memindahkan Berkas/Folder (mv)
Ada kalanya pengguna perlu untuk memindahkan suatu berkas atau direktori. Untuk melakukan hal tersebut dapat menggunakan perintah mv ***(move). ***Format penulisan hampir sama dengan perintah ***cp ***memindahkan berkas/folder. Pada contoh ditunjukkan pengguna memindah berkas ***blankon_rote.txt ***pada direktori ***blankon ***menuju ke direktori tambora dengan nama berkas yang sama
Mengubah Nama Berkas/Folder (mv)
Selain untuk memindahkan suatu berkas atau direktori. Perintah mv dapat digunakan untuk mengubah nama berkas atau direktori. Cara penggunaan sama dengan cara memindahkan berkas atau direktori. Contoh: apabila ingin mengubah nama blankonjadi_dua.txt menjadi blankon_tambora.txt, maka penulisan baris perintah yaitu **_mv blankon_jadi_dua.txt blankon_tambora.txt.**
Mengubah Hak Akses Berkas/Folder _(chmod) _
chmod (change file mode bits) digunakan untuk mengubah hak akses
berkas/direktori. Penggunaan perintah ini mengikuti format _chmod
<_**> <nama_berkas>.* <**\*> Merupakan hak
akses yang terdiri dari tiga angka oktal (angka 0 hingga angka 7). Angka
ke-1 merupakan hak untuk pemilik, angka ke-2 merupakan hak untuk grup
dan angka ke-3 merupakan hak untuk selain pemilik dan grup.
Masing-masing bagian diisi dengan angka basis 8, dimana hak baca
bernilai 4, hak tulis bernilai 2, hak eksekusi bernilai 1.
Sebagai contoh, untuk mengubah berkas ***blankon_tambora.txt ***agar mendapat hak baca (4) ,tulis (2) dan eksekusi (1) untuk pemilik (total 7), sedangkan yang untuk grup serta lainnya hanya memiliki hak baca(2) dan eksekusi(1) , perintah yang digunakan adalah chmod 755 blankon_tambora.txt.
Untuk memberikan suatu hak akses secara rekursif pada suatu folder, Anda bisa menambahkan opsi “-R”. Misalnya, jika ingin memberikan hak mutlak (hak baca,tulis,eksekusi untuk semua aspek) pada direktori tambora, Anda bisa ketik perintah chmod 777 -R tambora/.
Untuk menampilkan hak akses suatu berkas/folder, Anda bisa manfaatkan perintah “ls -l”. Kemudian, Anda akan melihat seperti karakter yang dicetak tebal yang merupakan hak akses dari berkas tersebut. Keenam karakter itu dibagi menjadi tiga, *bagian pertama *merupakan hak akses pemilik, *bagian kedua *merupakan hak akses grup dan *bagian terakhir *merupakan hak akses selain pemilik dan grup.
Keterangan:
- r : Hak Baca, w : Hak tulis, x : Hak eksekusi
Mengubah ID Pemilik atau Grup pada Berkas/Folder (chown)
Untuk mengubah id pemilik atau grup pada berkas/folder, gunakan perintah
chown (change file owner and group) dengan format _chown
<id-pengguna>:<id-grup> <nama_berkas> . _
Sebagai contoh, apabila ingin mengubah kepemilikan pengguna dan grup dari berkas blankon_tambora.txt menjadi kepemilikan www-data baik pengguna maupun grup, maka perintah yang digunakan adalah sudo chown www-data:www-data blankon_tambora.txt.
Catatan :
- www-data adalah standar hak akses untuk berkas web publik yang sering digunakan oleh web server.
Membuat Berkas Tar (tar)
***Tar (tape or disc archive) ***merupakan program yang berfungsi untuk menyatakan beberapa berkas atau direktori ke dalam satu berkas yang disebut dengan tarfile/tarball. Perintah ini sangat berguna untuk melakukan backup.
Untuk membuat berkas tar, selain melalui aplikasi pengelola arsip pada
desktop, Anda juga bisa gunakan perintah tar dengan format “tar -f
<nama_berkas.tar> <nama_berkas_1/direktori_1>
<nama_berkas_2/direktori_2> ...... Format yang sering
digunakan adalah perintah tar -czf <nama_berkas.tar.gz>
<nama_berkas>
Sedangkan untuk membongkar kembali dan melakukan dekompresi, dapat
digunakan perintah dengan format tar zxf <nama_berkas.tar.gz>
-C <direktori tujuan>.
Pencarian Berkas (find)
Untuk mencari berkas, gunakan perintah ***find ***dengan format find
<direktori> -name <nama_berkas>. Sebagai contoh, apabila
diinginkan untuk melakukan pencarian berkas dengan nama blankon,
maka dapat dilakukan dengan perintah find ~ -name blankon. Ingat
tanda ~ menunjukkan posisi berkas berada di home.
Pencarian juga dapat dilakukan apabila mengetahui ekstensi dari berkas yang diinginkan, misal ekstensi txt untuk berkas file teks. Maka perintah yang dapat dilakukan adalah find ~ -name *txt
Catatan:
- Jika ingin menuliskan nama berkas/direktori lebih cepat, dapat dilakukan dengan mengetik satu/beberapa huruf awal dari nama berkas/direktori tersebut, kemudian diikuti dengan tombol Tab pada papan ketik. Sebagai contoh, jika ingin mengetik nama berkas “blankon.txt” lebih cepat, pengguna dapat mengetik huruf “b” saja atau “bl”, kemudian diikuti dengan menekan tombol Tab. Secara otomatis, nama berkas akan dilengkapi (auto complete).
Sebenarnya, masih banyak lagi perintah-perintah untuk antarmuka teks yang bisa Anda gunakan untuk bekerja. Untuk melakukan otomatisasi kerja, pengguna juga dapat membuat sebuah berkas yang berisi baris perintah dengan hak akses eksekusi. Berkas tersebut dinamakan dengan shell script. Otomatisasi pekerjaan sangat penting bagi administrator untuk memperingan dan mempercepat pekerjaannya dalam jaringan. Untuk mempelajari shell script lebih lanjut, dapat membaca buku tentang Bash Scripting atau mencari referensi melalui internet.
Bagaimana panduan ini?

